Barisan Jarum (Dina Oktarina)
Kamis, 09 Agustus 2012
Foto Kelompok Spekulatif bersama Ibu Dinar
Pak Tarno dan Sampahnya, Cerpen Osmaru Fisip 2012 tema Spekulatif
Senin, 14 Maret 2011
giving inspiration for me
Sesuatu Yang Lebih
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.
If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
~ Thomas Jefferson
Hal Kecil dengan Cinta
Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love
~Mother Teresa
Tentang Visi
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb
Hidup Ini Singkat
Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.
Life is short. There is no time to leave important words unsaid.
~ Paulo Coelho
Cara Memulai
Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.
The way to get started is to quit talking and begin doing.
~ Walt Disney
Pikiran Ibarat Parasut
Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.
Minds are like parachutes – they only function when open.
~ Thomas Dewar
Memberi dan Menerima
Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati.
Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.
~ Author Unknown
Sukses Adalah Perjalanan
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir
Success is a journey, not a destination.
~ Ben Sweetland
sumber http://www.katakatabijakmotivasi.com/index2.html
Rabu, 02 Maret 2011
The story of Dhruva
Berharap dapat menjadi sesuatu yang lebih baik dan apakah benar bintang kutub itu ada???
inilah cerita yang berkembang di India kuno, walaupun tak tau bener apa gak si??? tp inilah ceritanya~~~~~
Di langit malam yang gelap, ada sebuah bintang yang tak pernah berpindah. Orang-orang menyebutnya Bintang Kutub. Bintang ini dapat menjadi pedoman untuk menetukan arah bagi para pelaut dan nelayan di laut lepas. Di India, bintang ini disebut Bintang Dhruva.
Mengapa demikian? Begini ceritanya…
Pada jaman dahulu, hiduplah seorang anak bersama Dhruva. Ia tinggal di tengah hutan bersama ibunya. Ibu Dhruva bernama Ratu Suniti. Ya! Dhruva memang putra mahkota seorang raja! Ayahnya bernama Raja Uttanapada.
Seharusnya Dhruva dan ibunya tinggal di dalam istana. Tapi, karena kedengkian seorang kerabat istana yang ingin anaknya kelak menjadi raja, Dhruva dan ibunya di usir dari istana.
Dalam kehidupannya, Dhruva sangat merindukan ayahnya. Tapi, tiap kali Ratu Suniti menghiburnya,
"Dhruva, anakku," kata Ratu Suniti. "Ada seorang ayah yang sangat menyayangimu. Kelak suatu hari nanti, kau akan bertemu dengannya."
"Siapa dia , Bu?" tanya Dhruva.
"Dia adalah Dewa Wishnu," jawab Ratu Suniti.
"Kapan saya bisa bertemu denganya, Bu?" tanya Dhruva lagi.
"Nanti, bila kau sudah dewasa dan menjadi orang yang bijaksana," sahut Ratu Suniti sambil membelai kepala Dhruva.
Dhruva termenung. Ia benar-benar merindukan seorang ayah! Beberapa bulan yang lalu, ia memang pergi ke istana. Tapi ia tidak bertemu dengan ayahnya. Ia malah bertemu dengan Suruchi, kerabat istana yang dengki itu. Suruchi langsung mengusir Dhruva. Dan dhruva pun kembali ke hutan.
"Saya tidak mau menunggu sampai jadi dewasa dan bijakasana, Bu," kata Dhruva kemudian. "Saya ingin bertemu dengan Dewa Wishnu sekarang."
Ratu Suniti mengetahui betapa kuatnya keinginan Dhruva.
"Anakku Dhruva," ucap Ratu Suniti akhirnya. "Kalau kau memang ingin bertemu Dewa Wishnu, pergilah. Tapi ingat, segera kembali ke sini begitu keinginanmu berkurang walau cuma sedikit."
Dhruva sangat berterima kasih atas kebijaksanaan ibunya. Ia kemudian pamit, lalu meninggalkan ibu dan gubuknya. Ia terus melangkah makin jauh masuk ke dalam hutan. Ya! Dhruva memang sangat ingin bertemu Dewa Wishnu! Berhari-hari Dhruva berjalan, tapi ia belum juga bertemu Dewa Wishnu.
Pada suatu malam, Dhruva merasa sangat lelah dan lapar. Ia berbaring di bawah sebuah pohon besar. Di tengah kegelapan itu, ia melamun. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sedih dan kesepian tanpa dirinya. Tapi keinginan Dhruva tak pernah berkurang sedikit pun. Dan dalam kegelapan itu, tiba-tiba seseorang muncul di depan Dhruva.
Orang itu adalah Narada yang bijaksana.
"Anak kecil, sedang apa kau malam-malam begini berada di tengah hutan?" tanya Narada.
Lalu Dhruva menceritakan keinginannya untuk bertemu Dewa Wishnu. Kepala Narada mengangguk-angguk begitu cerita Dhruva selesai.
"Kalau begitu, ikutlah denganku," kata Narada kemudian.
Sejak saat itu, Dhruva mengikuti Narada.
Narada mengajari Dhruva berdoa dan bertapa. Dhruva sangat tekun belajar bertapa. Ia duduk tak bergerak di atas batu, menutup matanya, kemudian memusatkan pikiran pada satu hal, yaitu Dewa Wishnu.
Suatu hari, terdengarlah suara, "Anaklku Dhruva, aku ada di sini."
Dhruva membuka matanya. Di depan Dhruva, berdirilah seorang laki-laki. Cahaya kemilau menyelimuti tubuh laki-laki itu. Saat itu juga Dhruva tahu bahwa doanya terkabul. Laki-laki itu adalah Dewa Wishnu.
Dhruva sangat gembira.
"Anakku," kata Dewa Wishnu. "Kau sudah melakukan segala hal agar bisa bertemu denganku. Kau sudah memegang teguh keinginan itu, dan mengatasi semua rintangan yang menghadangmu. Nah, sekarang apa yang kau inginkan setelah bertemu denganku?"
"Dewa, saya sangat merindukan seorang ayah. Ibu saya berkata bahwa Dewa Wishnu-lah ayah yang terbaik di dunia ini. Saya ingin selalu dekat dengan Dewa," jawab Dhruva. "Selain itu, saya ingin Ibu saya kembali ke istana. Saya ingin Ibu saya bahagia, Dewa."
"Baiklah," sahut Dewa Wishnu. "Ibumu akan kembali ke istana, dan kau akan selalu dekat denganku."
Lalu Dewa Wishnu mengubah Dhruva menjadi sebuah bintang yang amat terang, dan meletakkannya di langit.
Beberapa saat setelah Dhruva menjadi Bintang Kutub, datanglah utusan istana untuk menjemput Ratu Suniti, Ibu Dhruva. Raja Uttanapada sudah mengetahui kedengkian Suruchi. Ratu Suniti pun kembali ke istana.
Bila malam tiba, Ratu Suniti selalu menyempatkan diri untuk melambaikan tangan ke arah Bintang Kutub, yang kemudian diketahuinya merupakan penjelmaan dari Dhruva. Dhruva pun membalas lambaian tangan itu dengan kerlipan yang indah.
Bintang Kutub itu tak pernah berpindah, tak seperti bintang-bintang lain yang selalu bergiliran untuk muncul di langit. Bintang Kutub itu ada sepanjang tahun, sebagai lambang keinginan yang begitu kuat, yaitu keinginan Dhruva bertemu dengan Dewa Wishnu.
- Narada mengajari Dhruva berdoa dan bertapa. Dhruva sangat tekun belajar bertapa. Ia duduk tak bergerak di atas batu, menutup matanya, kemudian memusatkan pikiran pada satu hal, yaitu Dewa Wishnu.
Selasa, 18 Januari 2011
Sahabat Selamanya ^_^
waktu yang tak mungkin diulang akan selalu aku ingat dan menjadi pengalaman hidup bagiku menjadi lukisan yang akan selalu kupajang di dinding rumahku
Hari-hariku yang hampa sekarang membuatku kembali mengenang masa lalu yang membuatku selalu tertawa jika mengenangnya dan membuatku selalu menangis setelah mengenangnya.
"Masa SD"
ketika aku belajar tuk mulai beradaptasi dengan keadaan, mendapat sahabat yang selalu ku kenang dan mereka pun selalu ingat padaku dan menjadikan aku sebuah kenangan. Mengajarkan aku tuk dapat memahami orang lain, dan di sinilah aku mengetaui apa itu sahabat??? Apa indahnya bersama sahabat??? dan menemukan sahabat yang baik dan dapat diterima oleh keluarga mereka"
"Masa SMP"
Pertengkaran, perseteruan dan percecokan antar teman mulai aku rasakan di sini. Bertemu berbagai karakter dimana sem
uanya memberikan dampak positif dan negatif bagiku, kehidupan yang benar-benar sangat bernilai tinggi bagi ku sekarang. Cinta???? cinta pun mulai mewarnai hidupku pada masa ini, mulai belajar jatuh cinta, menyukai orang lain, dan juga berusaha tuk mendapatkan orang tersebut. Hari-hariku pun diwarnai dengan senyuman, tawa dan juga kenakalan, disinilah aku mendapatkan sahabat, kakak, pacar pertama, dan juga semua hal yang berbau pada kesenangan.
"Masa SMA di Cirebon"
kesepian dan kesedian awalnya meras
uki duniaku, tetesan air mata pun terkadang menetes di pipiku. Perpisahan dengan sahabatku di Palembang membuatku merasa sangat terpukul, sampai akhirnya bertemu dengan "PUDEL" kelas dimana aku menemukan berbagai karakter disini. Di sini lah juga aku
belajar apa arti hidup??? Bagaimana cara menghargai hidup?? Belajar tuk memandang ke bawah
Semua yang ku dapat kan di sini sangat berharga bagiku, "KARAOKE" waktu dimana kami menghabiskan waktu bersama, membagi kesenangan dan kegembiraan. Selangkah demi selangkah aku mulai merasakan kehangatan jika berada bersama mereka, ketika aku sakit, ketika aku sedih, mereka selalu ada di samping
"I LOVE PUDEL"
Bermainin kartu di pinggir rel kereta??? itu semua hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya
tapi...
ketika diriku mulai merasa nyaman kenapa harus berpisah??? "AKU BENCI PERPISAHAN"
buat apa ada pertemuan kalau selalu berpisah???
Pertanyaan yang belum dapat ku jawab
KAPAN BISA BERTEMU KEMBALI???
"Masa SMA di Solo"
Hal yang tak terbayangkan kembali hadir dalam hidup ku
yak pernah aku membayangkan mengginjakkan kaki ku di kota solo ini
di sini aku baru belajar bahwa "Di Atas Langit Pasti Ada Langit Lagi"
Aku belum merasa dapat nyaman di sini, kadang kala merasa belum dapat di terima, dengan sikapku yang seperti ini dan perbedaan antara aku dan mereka *walau hanya gaya bicara
Kadang kala cemoohan atau tawa mereka membuat hatiku terasa agak sedikit tersinggung, walaupun sebenernya dari lubuk hati ku yang terdalam, aku tau mereka hanya sekedar bercanda.
Aku yang selalu merasa menjadi yang penting pun, membuat diriku sengsara di sini. Berusaha tuk dapat memahami mereka karena aku tau di mana pun kita berada kita harus dapat menempatkan diri kita
apa yang akan terjadi pada hidup ku berikutnya????
tetap semangat "CAHYOO"




